Selasa, 09 Juni 2015

produksi

PRODUKSI

Kegiatan produksi sangat berperan penting dalam kegiatan ekonomi karena menyangkut kebutuhan manusia. Tanpa adanya produksi persediaan konsumsi akan menjadi langka dan masyarakat akan mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhannya. Oleh sebab itu, manusia harus berusaha memproduksi barang dan jasa agar alat pemuas kebutuhannya terpenuhi.

·         PENGERTIAN PRODUKSI
  1.  Pengertian produksi dalam Arti sehari-hari
Setiap hari manusia selalu menggunakan barang untuk memenuhi kebutuhanya. Barang-barang tersebut tidak akan tersedia apabila tidak ada yang menghasilkanya. Contoh: Di daerah pedesaan para petani mengolah sawah atau ladangnya untuk menghasilkan barang-barang hasil pertanian seperti padi, jagung, keledai, tebu, dll. Contoh kegiatan diatas disebut Produksi. Jadi, produksi adalah kegiatan menghasilkan barang atau jasa.

2. Pengertian produksi menurut ilmu ekonomi
Menurut ilmu ekonomi, produksi tidak terbatas pada kegiatan menghasilkan barang atau jasa, tetapi juga kegiatan yang sifatnya menambah nilai atau kegunaan barang yang sudah ada menjadi lebih tinggi nilainya.

·         TUJUAN PRODUKSI
Tujuan kegiatan produksi, antara lain:
a.       Menghasilkan/menciptakan suatu barang.
b.      Menambah serta meningkatkan nilai guna barang yang sudah ada.
c.       Memenuhi kebutuhan manusia.
d.      Memperoleh tambahan penghasil untuk mendapatkan alat pemuas lainya.

·         JENIS-JENIS USAHA YANG MEMERLUKAN PRODUKSI
a.       Usaha ekstraktif
Yaitu usaha yang dilakukan dengan cara mengambil langsung sumber daya alam tanpa mengubah wujud barang produksi tersebut.
b.      Usaha jasa
Merupakan merupakan kegiatan produksi alat pemenuhan kebutuhan berupa jasa tertentu, seperti, salon kecantikan, asuransi, penginapan, dan aneka produk jasa lainya.
c.       Usaha Agraris
adalah usaha yang bergerak dengan cara mengelola tanah dan hewan untuk menghasilkan alat pemenuh kebutuhan manusia contohnya perkebunan.
d.      Usaha Perdagangan
Merupakan usaha mencari keuntungan dengan cara memperjualbelikan barang dagangan tanpa mengubah wujud barang tersebut.
e.       Usaha industri
Merupakan usaha yang menghasilkan barang/jasa dengan cara mengolah bahan mentah yang diproses menjadi bahan jadi.


 B. FUNGSI PRODUKSI

Produsen dalam melakukan kegiatan produksi, mempunyai landasan teknis yang didalam teori ekonomi yang disebut “Fungsi Produksi”.
Fungsi Produksi adalah suatu persamaan yang menunjukkan hubungan ketergantungan (fungsional) antara tingkat input yang digunakan dalam proses produksi dengan tingkat output yang dihasilkan. 
PENGERTIAN ,CIRI-CIRI DAN MACAM-MACAM PASAR
PENGERTIAN ,CIRI-CIRI DAN MACAM-MACAM PASAR
PENGERTIAN PASAR DAN STRUKTUR PASAR
·         Pengertian pasar adalah suatu tempat atau proses interaksi antara
permintaan (pembeli) dan penawaran (penjual) dari suatu barang/jasa tertentu,
sehingga akhirnya dapat menetapkan harga keseimbangan (harga pasar) dan jumlah
yang diperdagangkan. Jadi setiap proses yang mempertemukan antara pembeli dan
penjual, maka akan membentuk harga yang disepakati antara pembeli dan penjual.
·         Pengertian struktur pasar adalah karakteristik organisasi pasar yang mempengaruhi sifat kompetisi dan harga di dalam pasar.

BENTUK-BENTUK STRUKTUR PASAR
1.      PASAR PERSAINGAN SEMPURNA
Pengertian pasar persaingan sempurna adalah suatu bentuk interaksi antara permintaan dengan penawaran di mana jumlah pembeli dan penjual sedemikian rupa banyaknya/ tidak terbatas ,ada pun pasar persaingan sempurna memiliki cirri-ciri
Cirri-ciri pasar sempurna:
·         Jumlah penjual dan pembeli yang banyak
·         Produk yang di perdagangkan sama atau bisa di bilang homogen.
·         Pemerintah tidak ikut campur tangan dalam proses pembentukan harga.
Jenis-jenis pasar sempurna:
·         Jumlah penjual dan pembeli banyak
·         Barang yang di jual sama/homogen
·         Harga di tentukan mekanisme pasar permintaan dan penawaran
·         Posisi tawar konsumen kuat
·         Sensitif pada perubahan harga
·         Sulit mendapatkan keuntungan lebih / diatas rata-rata.

2.      PASAR PERSAINGAN TIDAK SEMPURNA
Pasar persaingan tidak sempurna adalah pasar yang tidak terorganisasi secara sempurna, atau bentuk pasar di mana salah satu ciri dari pasar persaingan sempurna tidak terpenuhi. Pasar persaingan tidak sempurna terdiri atas pasar monopoli, oligopoli, dan pasar persaingan monopolistik.




  PASAR MONOPOLI
Pasar monopoli adalah suatu bentuk interaksi antara permintaan dan penawaran di mana hanya ada satu penjual/produsen yang berhadapan dengan banyak pembeli atau konsumen.

Pasar monopoli memiliki ciri-ciri:

ü  hanya ada satu produsen yang menguasai penawaran

ü  tidak ada barang substitusi/pengganti yang mirip

ü  produsen memiliki kekuatan menentukan harga

ü   tidak ada pengusaha lain yang bisa memasuki pasar tersebut karena ada hambatan berupa keunggulan perusahaan

Sebab-sebab terjadi nya pasar monopoli:

ü  penguasaan bahan mentah,

ü  penguasaan teknik produksi tertentu,

ü  pemberian hak istimewa dari pemerintah (misalnya hak paten),

ü  adanya lisensi (pemberian izin kepada perusahaan tertentu yang ditunjuk),

ü  adanya monopoli yang diperoleh secara alamiah,

ü  memiliki modal yang besar (karena penggabungan perusahaan),

ü  memiliki prestasi dan keahlian yang tidak dimiliki orang lain,

Kebaikan pasar monopoli:

ü  Industri-industri yang berkembang banyak yang bersifat monopoli.

ü  Mendorong untuk adanya inovasi baru agar tetap terjaga monopolinya.

ü  Tidak akan mungkin timbul perusahaan-perusahaan yang kecil sehingga perusahaan monopoli akan semakin besar.

Kelemahan pasar monopoli:

ü  Tidak efisiensinya biaya produksi, karena perusahaan monopoli tidak memanfaatkan secara penuh penghematan ongkos produksi atau sering disebut timbulnya pemborosan.

ü  Konsumen merasa berat karena harus membeli barang dengan harga sangat tinggi oleh perusahaan monopoli.

ü  Timbul ketidakadilan karena keuntungan banyak dinikmati oleh produsen.
Untuk mencegah timbulnya dampak negatif adanya monopoli, maka pemerintah harus ikut campur tangan, misalnya dalam hal penetapan harga maksimum dan penetapan Undang- Undang Antimonopoli atau UU yang mengatur ekspor impor.

b.      PASAR OLIGOPOLI

Pasar oligopoli adalah suatu bentuk interaksi permintaan dan penawaran, di mana terdapat beberapa penjual/produsen yang menguasai seluruh permintaan pasar

Oligopoli memiliki cirri-ciri:

ü  Terdapat beberapa penjual/produsen yang menguasai pasar.

ü  Barang yang diperjual-belikan dapat homogen dan dapat pula berbeda corak

ü  Terdapat hambatan masuk yang cukup kuat bagi perusahaan di luar pasar untuk
masuk ke dalam pasar

Kebaikan pasar oligopoli antara lain sebagai berikut :

ü  Industri-industri oligopoly bisa mengadakan inovasi dan penerapan teknologi baru yang paling pesat,

ü  Terdorong untuk berlomba penemuan proses produksi baru dan penurunan ongkos produksi,

ü  Lebih mampu menyediakan dana untuk pengembangan dan penelitian.
Kelemahannya antara lain sebagai berikut :

ü  Kemungkinan adanya keuntungan yang terlalu besar (excess profit) yang dinikmati produsen.

ü  Tidak efisiensi produksi karena setiap produsen tidak beroperasi pada biaya rata-rata yang minimum.

ü  Kemungkinan adanya eksploitasi konsumen maupun buruh.

ü  Terdapat kenaikan harga (inflasi) yang merugikan masyarakat secara makro.

Pengertian Pendapatan Nasional



Pengertian dan Konsep – konsep Pendapatan Nasional
  1. Pengertian Pendapatan Nasional
  • Pendapatan nansional dilihat dari pendekatan produksi merupakan jumlah nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu Negara pada periode tertentu.
  • Pendapatan nasional dilihat dari pendekatan pendapatan, merupakan jumlah seluruh pendapatan yang diperoleh para pemilik factor produksi selama periode tertentu.
  • Pedapatan nasional ditinjau dari pendekatan pengeluaran, merupakan seluruh pengeluaran yang dilakukan oleh para pelaku ekonomi suatu Negara selama periode tertentu.
2. Konsep-konsep Pendapatan Nasional
  1. Produk Domestic (PDB) atau Gross Domestic Product (GDP)
Produk domestic adalah nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh seluruh pelaku kegiatan ekonimi di wilayah tertentu selama satutahun.
Komposisi PDB:
  • Sector primer (pertanian,perikanan dan pertambangan).
  • Sector sekunder (listrik, gas, air, dan konstruksi).
  • Sector tersier (perdagangan, perbankan, dan jasa).
Produk domestic regional bruto (PDRB) adalah nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh seluruh kegiatan ekonomi diwilayah tertentu, yaitu daerah provinsi atau daerah kabupaten selama satu tahun.
  1. Produk Nasional Bruto (PNB) atau Gross Nasional Product (GNP)
Produk nasional bruto adalah nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu Negara baik yang ada didalam atau diluar negeri selama 1 tahun.
  1. Produk Nasional Netto (PNN) atau Net National Product (NNP)
Produk nasional neto adalah produksi nasional bruto dikurangi dengan penyusutan dan Replacement (penggantian barang modal).
  1. Pendapatan Nasional Bersih atau Net Nasional Income (NNI)
Net Nasional Income adalah jumlah penerimaan yang diterima masyarakat dalam satu tahun setelah dikurang pajak tidak langsung.
  1. Pendapatan Perseorangan, personal income (PI)
Pendapatan perseorangan adalah seluruh penerimaan yang diterima masyarakat yang benar-benar jatuh ke tangan masyarakat.
  1. Pendapatan Disposibel atau Disposable Income (DI)
Pendapatan disposibel adalah pendapatan yang siap dibelanjakan atau pendapatan pribadi yang dikurangipajak yang harus dibayar oleh penerimaan pendapatan.
Perputaran Roda Perekonomian
Pertumbuhan ekonomi suatu Negara biasanya dihitung berdasarkan pertumbuhan rill dari GDP Negara tersebut, yakni seberapa besar GDP Negara bertambah secara rill dari tahun ke tahun. Pertumbuhan ini dihitung dengan cara ebagi nilai dari output suatu sector ekonomi pada tahun tertentu dengan nilai output sector tersebut pada tahun sebelumnya dan dikali 100% kemudian dikurangi 100. Bila GDP mengalami pertubuhan yang tinggi berarti pendapatan masyarakat juga akan mengalami pertumbungan yang tinggi, terlepas dari siapa atau kelompok mana dari masyarakat yang menerima pendapatan tersebut.
  1. Pengeluaran Agregat
Seperti diterangkan diatas bahwa GDP dapat dihitung dari sisi pengeluaran aggregate pelaku ekonomi dalam suatu Negara. Pengeluaran aggregate inisaa dengan Permintaan Aggregate karena kosekuensi dari permintaan adalah adanya pengeluaran rumah tangga, invetor, pemerintah dan eksportir untuk membli barang dan jasa. Pengeluaran aggregate dikelompokan atas 4 komponen, yaitu:
  • Pengeluaran konsumsi rumah tangga
  • Pengeluaran investasi oleh pengusaha
  • Pengeluaran pemerintah
  • Permintaan luar negeri
  1. Pengeluaran Konsumsi
Merupakan bagian terbesar dari permintaan aggregate yaitu berupa permintaan daeri konsumen terhadap barang dan jasa yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. konsumsi ini memegang peranan penting dalam perekonomian karena akan menentukan output dan pendapatan masyarakat suatu Negara.
  1. Pengeluaran Investasi
Pengeluaran investasi merupakan tambahan terhadap akumulasi modal ditabah dengan perubahan persediaan. Tetapi transaksi saham tidak termasuk dalam penambahan stok modal. Investasi adalah aktifitas yang bisa meningkatkan kemampuan ekonomi dalam memproduksi barang dan jasa di masa mendatang.
  1. Pengeluaran Pemerintah
Pengeluaran pemerintah merupakan hal yang sangat penting yang diperlukan agar roda pemerintahan dapat berjalan dengan baik. Pengeluran pemerintah ini tercantum dalam anggaran belanja dan pendapatan nasional (APBN). Barang dan jasa yang dibeli oleh pemerintah tidak dihitung ke nilai tambahnya (value added) seperti halnya pada barang konsumsi karena barang dan jasa yang di produksi oleh pemerintah pada umumnya adalah gratis. Pengeluaran pemerintah seperti uang pensiun tidak dihitung dalam GDP karena tidak termasuk kedalam pembelian barang atau jasa.
Metode Penghitungan Pendapatan Nasional
  1. Metode Output (Output Approach) atau Metode Produksi
Menurut metode ini, PDB adalah total produksi yang dihasilkan oleh suatu perekonomian. Cara penghitungan dalam praktik adalah dengan membagi-bagi perekonomian menjadi beberapa sector produksi. Jumlah output masing-masing sector perupakan julah output seluruh perekonomian. Hanya saja ada kemungkinan bahwa output yang dihasilkan suatu sector perekonomian berasal dari output sector lain. Dengan kata lain, jika tidak berhati hati akan terjadi penghitungan ganda atau bahkan multiple counting. Akibatnya angka PDB bisa menggelembung beberapa kali lipat dari angka yang sebenarnya. Maka dalam menggunakan metode produksi yang dijumlahan adalah nilai tambah (value added) masing- masing sector.
  1. Metode Pendapatan (Income Approach)
Metode pendapatan memandang nilai output perekonomian sebagai nilai total balas jasa atas faktor produksi yang digunakan dalam proses produksi. Keampuan entrepreuner ialah kemampuan dan keberanian mengolaborasi tenaga kerja, barang modal, dan uang untuk menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat. Balas jasa untuk tenaga kerja adalah gaji atau upah. Untuk barang modal adalah pendapatan sewa. Untuk pemilik uang /asset financial adalah pendapatan bunga. Sedangkan untuk pengusaha adalah keuntungan. Total balas jasa atas seluruh faktor froduksi disebut Pendapatan Nasional (PN).
  1. Metode Pengeluaran (Expenditure approach)
Menurut metode pengeluaran, nilai PDB merupakan nilai total dalam perekonomian selaa periode tertentu. Menurut metode ini ada beberapa jenis agregat dalam suatu perekonomian:
  • Konsumsi Rumah Tangga
Pengeluaran pada sector ini dipakai untuk konsumsi akhir, baik barang maupun jasa yang habis dalam tempo setahun maupun barang yang dapat dipakai lebih dari setahun.
  • Konsumsi Pemerintah
Yang termasuk dalam perhitungan konsumsi pemerintah adalah pengeluaran-pengeluaran pemerintah yang digunakan untuk membeli barang dan jasa akhir. Sedangkan pengeluaran untuk tunjangan tidak termasuk dalam perhitungan   konsumsi pemerintah.
  • Pembentukan Modal Totap Domestiak Bruto
Pembentukan modal tetap domestic bruto merupakan sector dunia usaha. Yang termasuk dalam pembentukan modal tetap domestic bruto adalah perubahan stok, baik berupa barang jadi maupun barang setengah jadi.
  • Ekspor Neto (Net Export)
Yang dimaksud dengan ekspor bersih adalah selisih antara nilai ekspor dengan impor. Ekspor neto yang positif menunjukan bahwa ekspor lebih besar daripada impor. Perhitungan ekspor neto dilakukan bila perekonomian melakukan transaksi dengan perekonomian lain (dunia).
Masalah dan Keterbastasan Perhitungan PDB

  1. Masalah PDB
Permasalahan PDB terletak pada pembandingan tingkat kemakmuran atau kesejahteraan suatu negara dari tahun ke tahun , akan terjadi bias jika kita salah menggunakan perhitungan PDB.
  1. Keterbatasan Perhitungan PDB
PDB tidak memasukan transaksi yang terjadi pada “underground economy” (perekonomian bawah tanah). Perekonomian seperti sector informal atau sector illegal seperti penjualan narkoba, dan sector lain yang sulit tercatat oleh Negara tidak termasuk dalam perhitungan PDB. Ini menyebabkan nilai undervalued ( lebih rendah) dari yang seharusnya. PDB hanya mengukur berapa banyak output yang diproduksi di suatu Negara dan bagaimana struktur serta perkembangan antarwaktu. Untuk mengukur kemakmuran suatu Negara, PDB erupakan indicator yang cukup baik. Akan tetapi, kesejahteraan suatu Negara lebih kompleks dari hanya sekedar pendapatan yang tinggi. Beberapa indicator untuk menunjukan tingkat kesejahteraan adalah tingkat pengangguran, tingkat kematian ibu dan bayi, angka harapan hidup, tingkat buta huruf dan lain-lain.





https://heruteddyliberty.wordpress.com/2014/06/23/tugas-softskill-3/

Minggu, 14 Desember 2014

Organisasi yang berkembang

Tugas Kelompok Teori Organisasi Umum 2

-         Arman Adyaksha (11113387)

-         Derri Permana (12113197)
-         Nur Aini Habibah (16113584)
-         Syabilla Putri Anjani (18113722)
-         Sandy Novian (18113232)
 
TEMA : ( Organisasi yang berkembang )
 BAB 1
PENDAHULUAN
1.     Latar Belakang
            Organisasi adalah bentuk formal dari sekelompok manusia dengan tujuan individualnya masing-masing (gaji, kepuasan kerja, dll) yang bekerjasama dalam suatu proses tertentu untuk mencapai tujuan bersama (tujuan organisasi). Agar tujuan organisasi dan tujuan individu dapat tercapai secara selaras dan harmonis maka diperlukan kerjasama dan usaha yang sungguh-sungguh dari kedua belah pihak (pengurus organisasi dan anggota organisasi) untuk bersama-sama berusaha saling memenuhi kewajiban masing-masing secara bertanggung jawab, sehingga pada saat masing-masing mendapatkan haknya dapat memenuhi rasa keadilan baik bagi anggota organisasi/ pegawai maupun bagi pengurus organisasi/ pejabat yang berwenang.
Dalam berorganisasi semua berpikir bagaimana cara memperbesar organisasi kita. Organisasi itu sendiri bisa dikembangkan dengan tiga cara seperti Kerjasama, Membuat Anak Perusahaan, dan Go Public. Tiga cara diatas biasanya digunakan oleh Organisasi niaga atau Perusahaan.
2. Rumusan Masalah
A.     Berdasarkan latar belakang pembahasan makalah ini penulis berinisiatif membahas beberapa persoalan dalam tema ini yaitu : cangkupan dari Organisasi yang Berkembang.
B.     Faktor-faktor apa yang mempengaruhi organisasi ?
C.     Contoh organisasi yang berkembang.
3. Tujuan Penulisam Tulisan
            Dengan pemilihan tema dan penyusunan tulisan ini diharapkan pada pembaca dan penulis mampu memahami dan mengerti tentang organisasi serta mengenai cangkupan organisasi dan contoh dari organisasi yang berkembang. Sekaligus , tulisan ini dibuat untuk memenuhi tugas softskill yaitu Teori Organisasi Umum1.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Organisasi Yang Berkembang
1.     GO PUBLIC DAN PERUSAHAAN TERBUKA (Tbk)
A.     Definisi Go Public
            Kegiatan penawaran saham atau obligasi untuk di jual kepada umum untuk pertama kalinya. Merupakan sarana pendanaan usaha melalui pasar modal, yaitu dapat berupa penawaran umum saham maupun penawaran umum obligasi.
B.      Go Public (Penawaran Umum)
Meliputi kegiatan berikut:
1.      Periode pasar perdana
2.      Penjatahan saham
3.      Pencatatan efek di bursa
4.      Perbedaan perusahaan Tidak Go Public dengan Go Public Tidak Go Publik
5.      Persyaratan pengungkapan minimum tidak mutlak
6.      Jumlah pemegang saham terbatas
7.      Kewajiban penyampaian laporan tidak mulak
8.      Pemisahan antara pemilik dan manajemen bukan merupakan kebutuhan mendesak
9.      Pergantian kepemilikan saham rendah
10.  Tindakan manajeman tidak selalu menarik perhatian masyarakat
Go Public
·        Mutlak ditaati
·        Lebih dari 300 orang
Manfaat Go Public
·        Dapat memperoleh dana yang relatif besar dan diterima sekaligus
·        Biaya Go public relatif murah
·        Proses relatif mudah
·        Pembagian deviden berdasarkan keuntungan
·        Penyertaan masyarakat biasanya tidak masuk dalam manajemen
·        Perusahan dituntut lebih terbuka, sehingga dapat memacu perusahaan meningkatkan profesionalisme
·        Memberikan kesempatan pada masyarakat untuk turut serta memiliki saham perusahaan, sehingga dapat mengurangi kesenjangan sosial
·        Go Public merupakan media promosi secara gratis
·        Memberikan kesempatan pada koperasi dan karyawan perusahaan untuk membeli  saham.
Konsekuensi Go Public
·        Keharusan untuk melakukan keterbukaan (full disclosure)
·        Keharusan untuk mengikuti peraturan pasar modal mengenai kewajiban pelaporan
·        Gaya manejemen perusahaan berubah dari informal menjadi formal
·        Kewajiban membayar deviden bila perusahaan mendapatkan laba
·        Senantiasa berusaha meningkatkan tingkat pertumbuhan perusahaan
·        Membutuhkan tenaga, waktu, pengorbanan dan biaya.
Dana yang diperoleh dari Go Public digunakan untuk:
·        Ekspansi atau perluasan
·        Memperbaiki struktur permodalan
·        Meningkatkan investasi di anak perusahaan
·        Melunasi sebagian utang
2.     JOINT VENTURE
A.     Definisi Joint venture
            Joint venture adalah kerja sama dua pihak atau lebih dalam bidang bisnis untuk membentuk sebuah perusahaan baru. Dua pihak tersebut boleh sama-sama dari dalam negeri maupun pihak luar negeri dan dalam negeri.
Friedman membedakan adanya 2 macam dalam joint venture:
1.      Joint venture yang tidak melaksanakan penggabungan modal, sehingga hanya terbatas pada know-how, yang mencakup bidang tertentu. Know–how disini mencakup pada Technical service agreement, franchise and brand use agreement, contracts and rental agreements.
2.      Equity Joint venture yaitu ditandai oleh partisipasi modal dari masing-masing venture. untuk membedakan jenis pertama dengan jenis kedua, friedman menggunakan istilah (Joint venture) untuk yang pertama, dan (equity joint venture) untuk jenis yang kedua.
B.     Unsur-unsur dalam joint venture :
1.      Kerjasama dua pihak atau lebih
Joint venture merupakan kerjasama antara dua pihak atau lebih yang sepakat untuk membentuk perusahaan baru dengan nama baru.
2.      Ada modal
Dalam joint venture masing-masing pihak memberikan modal untuk disetor dan dipakai bersama untuk mengoperasikan perusahaan baru.
3.      Ada surat perjanjian
Sebagian bentuk adanya kerjasama antara dua belah pihak, maka dalam joint venture harus ada surat perjanjian yang berfungsi untuk mengikat kedua belah pihak tersebut.Dalam joint venture karena banyak melibatkan orang lain, maka perlu diperhatikan dan diteliti apakah pihak yang akan diajak kerjasama tersebut adalah pihak yang bisa dipertannggung jawabkan.Dalam suatu perusahaan yang sedang berkembang tentu membutuhkan modal yang tidak sedikit. Apalagi bila perusahaan tersebut ingin memperluas bidang usahanya.Tentu harus dibutuhkan modal yang besar dan persiapan yang matang. Agar nantinya diharapkan menjadi perusahaan yang kokoh dan dapat bersaing dengan perusahaan sejenis. Banyak cara dilakukan agar dapat bersaing di dunia usaha saat ini.    Untuk pemilik perusahaan yang mempunyai modal yang cukup besar, dengan jangkauan pemasaran yang luas mungkin tidak masalah bila ingin menambah jenis usahanya. Tetapi bagi perusahaan yang mempunyai kendala misalnya dalam bidang modal.
            Hal itu dapat menjadi masalah untuk mengembangkan usahanya. Tetapi ada  satu cara yaitu dengan melakukan Joint Venture (JV). Kalimat Joint Venture atau yang biasa disingkat JV biasa kita dengar.
Arti dari Joint Venture (JV) adalah bentuk usaha bersama, kongsi atau kerjasama.  Joint Venture (JV) adalah suatu kerjasama yang melibatkan dua atau lebih peserta aktif sebagai mitra atau disebut aliansi strategis.
C.     Contoh Perusahan JV :
1)      Perusahaan ASUS dan Gigabyte
2)      Gaikindo (Gabungan Agen Tunggal dan Asembler Kendaraan Bermotor)
3)      Asosiasi Panel Kayu Indonesia (APKINDO)
4)      LG.Philips Components (joint venture antara LG dengan Philips)
5)      NUMMI (joint venture antara General Motors dengan Toyota)
6)      Penske Truck Leasing (joint venture antara GE dengan Penske)
7)      Sony Ericsson (joint venture antara Sony dengan Ericsson)
8)      Verizon Wireless (joint venture antara Verizon Communications dengan Vodafone)
9)      Sony BMG Music Entertainment Sony Music Entertainment  (joint venture antara (part of Sony) dengan Bertelsmann Music Group (part of Bertelsmann)
Keunggulan Joint Venture adalah sebagai berikut ini :
1)      Sekutu lokal lebih memahami adat istiadat, kebiasaan dan Lembaga kemasyarakatan dilingkungan setempat.
2)      Akses kepasar modal negara tuan rumah dapat dipertinggi oleh hubungan dan reputasi sekutu lokal.
3)      Sekutu lokal mungkin memilki tehnologi yang cocok untuk lingkungan setempat.
 Kelemahan Joint Venture adalah sebagai berikut:
1)      Jika salah dalam memilih sekutu maka akan meningkatkan resiko politik yang dihadapi.
2)      Dapat terjadi perbedaan pandangan antara sekutu lokal dengan perusahaan.
3)      Adanya harga transfer produk atau komponen akan menimbulkan konflik kepentingan antara kedua belah pihak.
3.     TRUSH
A.     Pengertian Trust
Trust atau kepercayaan yaitu suatu kepercayaan dari atasan untuk bawahan atau sebaliknya. Hubungan tersebut merupakan hal yang sangat penting agar kerjasama dapat tercipta dengan efektif. Bentuk trust yang muncul sangat jelas terjadi ketika atasan dan bawahan saling mengenal Knowledge Based Trust atau pengetahuan berdasarkan kepercayaan , namun baik di awal hubungan mereka ketika mereka masih menjadi stranger atau orang asing. Contoh: Atasan yang memberikan suatu pekerjaan kepada bawahannya dengan penuh kepercayaan.
B.     Trust (Real Estate Investment Trust/ REITs)
Merupakan instrumen investasi berupa surat berharga yang dapat dibeli oleh investor dari perusahaan lahan yasan yang menerbitkan REITs. Surat berharga ini mirip dengan surat saham yang mencerminkan kepemilikan atas sebuah perusahaan tertentu. Salah satu keunggulan REITs yaitu perlakuan khusus perpajakan, dimana di sejumlah negara, instrumen REITs ini bebas dari pajak penghasilan. Struktur REITs ini mirip dengan reksadana namun penempatan asetnya adalah pada instrumen properti.  Sebagaimana layaknya perusahaan, maka REITs ini dapat bersifat “terbuka” yaitu ditawarkan/ diperjualbelikan pada bursa saham ataupun bersifat “tertutup”. Namun, untuk menikmati perlakuan khusus itu, REITs diharuskan membatasi kegiatan operasional dan investasinya. Chan, Ericksob & Wang (2003) dalam bukunya mengelompokkan ke dalam empat kelompok besar REITs, yaitu pembatasan atas: Struktur Kepemilikan, Struktur Manajemen, Kebijakan Keuangan, Jenis Pendapatan yang dapat dihasilkan dan Jenis Aset yang dapat dimiliki.
Trust juga merupakan suatu bentuk penggabungan/ kerjasama perusahaan secara horisontal untuk membatasi persaingan, maupun rasionalisasi dalam bidang produksi dan penjualan. Perusahaan-perusahaan yang ingin melakukan trust menyerahkan saham-sahamnya kepada Trustee (orang kepercayaan) untuk menerbitkan sertifikat sahamnya.
Trust adalah peleburan beberapa badan usaha menjadi sebuah perusahaan yang baru, sehingga diperoleh kekuasaan yang besar dan monopoli. Contoh: Bank Mandiri merupakan gabungan dari Bank Bumi DayaBank Dagang Negara,Bank Pembangunan Indonesia, dan Bank Ekspor Impor Indonesia
4.      KARTEL
A.     Pengertian kartel
Kartel adalah kelompok produsen independen yang bertujuan menetapkan harga, untuk membatasi suplai dan kompetisi. Berdasarkan hukum anti monopoli, kartel dilarang di hampir semua negara. Walaupun demikian, kartel tetap ada baik dalam lingkup nasional maupun internasional, formal maupun informal. Berdasarkan definisi ini, satu entitas bisnis tunggal yang memegang monopoli tidak dapat dianggap sebagai suatu kartel, walaupun dapat dianggap bersalah jika menyalahgunakan monopoli yang dimilikinya. Kartel biasanya timbul dalam kondisi oligopoli, dimana terdapat sejumlah kecil penjual.
Praktik kartel ada di setiap negara, tidak kecuali Indonesia. Praktik seperti ini biasanya dilakukan dengan membentuk harga demi meraup untung sebanyak-banyaknya. Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Tadjuddin Noer Said mengungkapkan, tidak mungkin ada negara yang di dalamnya tidak tidak melakukan kartel. Berdasarkan Data KPPU, sejak berdirinya, institusi tersebut sudah memutus perkara persaingan tidak sehat sebanyak 205 perkara. Menurut Kepala Humas KPPU, Junaidi kepada detikFinance, Kamis (2/8/2012), ada 5 kasus kartel terbesar yang telah diputuskan KPPU sebagai tindakan kartel.
5.     HOLDING COMPANY
Holding Company berfungsi sebagai perusahaan induk yang berperan merencanakan, mengkoordinasikan, mengkonsolidasikan, mengembangkan, serta mengendalikan dengan tujuan untuk mengoptimalkan kinerja perusahaan secara keseluruhan, termasuk anak perusahaan dan juga afiliasi-afiliasinya.
A.     Struktur Organisasi Holding Company:
Perusahaan berbentuk Holding Company dapat memetik beberapa keuntungan. Jika ditilik dari sisi finansial, keuntungan yang dapat dipetik adalah kemampuan mengevaluasi dan memilih portfolio bisnis terbaik demi efektivitas investasi yang ditanamkan, optimalisasi alokasi sumber daya yang dimiliki, serta manajemen dan perencanaan pajak yang lebih baik. Sementara jika dilihat dari sisi Non Finansial terdapat sederet manfaat. Bentuk Holding Companymemungkinkan perusahaan membangun, mengendalikan, mengelola, mengkonsolidasikan serta mengkoordinasikan aktivitas dalam sebuah lingkungan multibisnis. Juga menjamin, mendorong, serta memfasilitasi perusahaan induk, anak-anak perusahaan, serta afiliasinya guna peningkatan kinerja. Yang tidak kalah pentingnya adalah membangun sinergi diantara perusahaan yang tergabung dalam Holding Company serta memberikan support demi terciptanya efisiensi. Dari sisi kepemimpinan juga terjadi institusionalisasi kepemimpinan individual ke dalam sistem. Langkah berikutnya perencanaan membangun Holding Company. Dalam tahap ini alasan-alasan yang mendasari rencana pendirian Holding Company harus dirumuskan secara jelas. Kepentingan stakeholder harus mendapat perhatian karena kepentingan serta pengaruh yang mereka miliki mempunyai dampak langsung terhadap aktivitas perusahaan. Demikian pula dengan aspek-aspek strategis seperti aspek finansial, struktur organisasi, dan sumber daya manusia. Setelah hal-hal diatas berhasil dirumuskan dengan jelas, barulah kemudian disusun roadmap pembentukan serta pengembangan Holding Company.
Fase berikutnya adalah pengendalian kinerja. Perlu disusun Sistem Pengendalian Manajemen (Management Control Sistem), yaitu sebuah sistem manajemen perusahaan terintegrasi yang digunakan dalam aktivitas perencanaan dan sesudahnya bagi aktivitas pengukuran, pengendalian, pemantauan, dan auditing guna tercapainya hasil yang diinginkan yang disertai dengan akuntabilitas yang transparan. Elemen-elemen yang terkandung di dalamnya meliputi struktur organisasi dengan peran serta tanggung jawab yang jelas, arus informasi, responsibility center, proses inplementasi, delegasi wewenang, serta audit.
Dan langkah terakhir yang tak boleh dilupakan adalah pengelolaan perubahan. Tahap ini terdiri dari resolusi konflik, promosi tata nilai dan perilaku yang diharapkan, penguatan spirit yang mendukung perubahan, serta perubahanparadigm.
Proses pembangunan dan pengelolaan Holding Company dilakukan melalui serangkaian tahapan. Langkah awal yang harus dilakukan adalah pemahaman seputar definisi, karakteristik, serta faktor-faktor kunci penunjang kesuksesan sebuah Holding Company.
B.     Ciri – Ciri organisasi Holding Company:
·        Memiliki induk perusahaan yaitu holding company itu sendiri; dan Memiliki anak perusahaan, yaitu badan-badan usaha yang dikuasainya,
·        Menyerahkan pengelolaan bisnis yang dimilikinya pada manajemen yang terpisah,
·        Membeli dan menguasai sebagian besar saham dari beberapa badan usaha lain,
·        Mengendalikan semua jalannya proses usaha pada setiap badan usaha yang telah dikuasai saham, dan
·        Kekayaan holding company diperoleh dari saham – saham dari masing – masing badan usaha yang dikuasainya. Hal ini bisa saja terjadi karena ada suatu perusahaan dalam kondisi yang baik secara finansial kemudian membeli saham–saham dari perusahaan lain  atau terjadi pengambilalihan kekuasaan dan kekayaan dari suatu perusahaan ke Holding Company (Perusahaan Induk). Perlu diingat bahwa Holding Company sendiri adalah perusahaan induk yang memiliki saham pada beberapa anak perusahaan.
C.     Manajemen Operasi Holding Company:
Untuk menjadi holding company satu perusahaan harus memiliki proporsi saham perusahaan lain yang cukup besar. Perusahaan lain yang berada di bawah pengendalian holding company disebut dengan anak perusahaan atau subsidiary company. Satu holding company dapat menguasai beberapa perusahaan lain dalam industry yang berbeda. Sebagai contoh satu holding company memiliki beberapa anak perusahaan yang bergerak di bidang otomotif, real estate, kimia dan obat-obatan, perkebunan, dan pertanian.
D.    Holding company memiliki tiga keuntungan utama :
1.      Pengendalian dengan proporsi kepemilikan,
2.      Isolasi risiko, dan
3.      Pemisahan akuntansi dan hukum.
Pertama, melalui holding company satu perusahaan dalam melakukan pengendalian perusahaan lain hanya dengan membeli 20, 40, atau 50 persen saham perusahaan lain. Pengendalian operasi ini dapat juga dilakukan hanya dengan membeli katakanalah 25 persen saham perusahaan lain. Kedua, karena berbagai operasi perusahaan dalam holding company terpisah secara hukum, maka kewajiban satu unit anak perusahaan terpisah dengan anak perusahaan lainnya. Dengan demikian kegagalan satu unit usaha dapat di tutup oleh keberhasilan usaha lain. Namun demikian holding company mempunyai tanggung jawab terhadap seluruh anak perusahaanya. Kelebihan ketiga adalah adanya pemisahan secara hukum. Beberapa peraturan memudahkan perusahan yang sejenis untuk satu holding company. Sebagai contoh perusahaan asuransi, bank dan lembaga keuangan lain dimungkinkan untuk di bentuk satu holding company.
Selain itu setiap perusahaan dengan bentuk organisasi niaga apapun banyak keunggulan serta kelemahan. Berikut adalah beberapa keunggulan dan kelemahan Holding Company:
E.     Keunggulan
1.      Pengendalian dengan kepemilikan sebagian. Melalui operasi holding company, sebuah perusahaan dapat membeli 5%, 10%, atau 50% saham perusahaan lain
2.      Pemisahan Resiko. Karena berbagai perusahaan operasi (operating company) dalam sistem holding companymerupakan badan hukum terpisah, maka kewajiban dalam setiap unit terpisah dari setiap unit lainnya.
3.      Dengan Holding Company, perusahaan daerah dapat diatur dengan sistem yang seragam dan pengendalian terpusat yang berada di kantor perusahaan Induk.karekteristik usaha masing-masing perusahaan anak, hal tersebut menimbulkan adanya standar sistem pengendalian intern yang baik, komite audit intern dapat dibentuk di perusahaan Induk.
4.      Sistem yang sama tersebut sekaligus dapat dipakai sebagai tolak ukur penilaian kinerja manajer perusahaan anak, sehingga dapat memacu adanya persaingan yang sehat diantara anak perusahaan. Khususnya dalam pencapaian laba, dan sebagai dasar promosi jabatan.
F.      Kelemahan
1.      Pajak berganda parsial. Apabila holding company memiliki sekurang-kurangnya 80% saham anak perusahaan yang mempunyai hak suara, maka peraturan pajak Amerika Serikat memperbolehkan penyerahan surat pemberitahuan pajak terkonsolidasi, yang berarti bahwa yang diterima perusahaan induk tidak kena pajak. Akan tetapi, jika kepemilikan saham kurang dari 80%, maka surat pemberitahuan pajak tidak dapat dikonsolidasikan. Perusahaan yang memiliki lebih dari 20% tetapi kurang dari 80% dividen yang diterima, sedang perusahaan yang memiliki kurang dari 20% hanya dapat mengurangkan 70% dari dividen yang diterima.
2.      Mudah dipaksa untuk melepas saham. Relatif mudah untuk menuntut dilepaskannya anak perusahaan dari holding company apabila kepemilikan saham itu ternyata melanggar Undang-undang antitrust. Namun, Jika keterpaduan operasi sudah terjadi akan jauh lebih sulit untuk memisahkan kedua perusahaan tersebut setelah bertahun-tahun menjalin hubungan, yang berarti bahwa kemungkinan divestitur secara paksa akan diperkecil.
6.     AKUSISI
A.         Pengertian Akusisi
Akuisisi adalah pembelian suatu perusahaan oleh perusahaan lain atau oleh kelompok investor. Akuisisi sering digunakan untuk menjaga ketersediaan pasokan bahan baku atau jaminan produk akan diserap oleh pasar.
B.         Kelebihan Akuisisi
Keuntungan-keuntungan akuisisi saham dan akuisisi aset adalah sebagai berikut:
1.          Akuisisi Saham tidak memerlukan rapat pemegang saham dan suara pemegang saham sehingga jika  pemegang saham tidak menyukai tawaran Bidding firm, mereka dapat menahan sahamnya dan tidak menjual kepada pihak Bidding firm.
2.          Dalam Akusisi Saham, perusahaan yang membeli dapat berurusan langsung dengan pemegang saham perusahaan yang dibeli dengan melakukan tender offer sehingga tidak diperlukan persetujuan manajemen perusahaan.
3.          Karena tidak memerlukan persetujuan manajemen dan komisaris perusahaan, akuisisi saham dapat digunakan untuk pengambilalihan perusahaan yang tidak bersahabat (hostile takeover).
4.          Akuisisi Aset memerlukan suara pemegang saham tetapi tidak memerlukan mayoritas suara pemegang saham seperti pada akuisisi saham sehingga tidak ada halangan bagi pemegang saham minoritas jika mereka tidak menyetujui akuisisi (Harianto dan Sudomo, 2001, p.643-644).
C.         Kekurangan Akuisisi
1.      Jika cukup banyak pemegang saham minoritas yang tidak menyetujui pengambilalihan tersebut, maka akuisisi akan batal. Pada umumnya anggaran dasar perusahaan menentukan paling sedikit dua per tiga (sekitar 67%) suara setuju pada akuisisi agar akuisisi terjadi. 
2.      Apabila perusahaan mengambil alih seluruh saham yang dibeli maka terjadi merger.
B. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi kegiatan Organisasi
A.     Strategi.
Struktur organisasi adalah salah satu sarana yang digunakan manajemen untuk mencapai sasarannya. Karena sasaran diturunkan dari strategi organisasi secara keseluruhan, logis kalau strategi dan struktur harus terkait erat. tepatnya, struktur harus mengikuti strategi. Jika manajemen melakukan perubahan signifikan dalam strategi organisasinya, struktur pun perlu dimodifikasi untuk menampung dan mendukung perubahan ini. Sebagian besar kerangka strategi dewasa ini terfokus pada tiga dimensi -inovasi, minimalisasi biaya, dan imitasi- dan pada desain struktur yang berfungsi dengan baik untuk masing-masing dimensi.
Strategi inovasi adalah strategi yang menekankan diperkenalkannya produk dan jasa baru yang menjadi andalan. Strategi minimalisasi biaya adalah strategi yang menekankan pengendalian biaya secara ketat, menghindari pengeluaran untuk inovasi dan pemasaran yang tidak perlu, dan pemotongan harga. Strategi imitasi adalah strategi yang mencoba masuk ke produk-produk atau pasar-pasar baru hanya setelah viabilitasterbukti.
B.     Ukuran Organisasi.
             Terdapat banyak bukti yang mendukung ide bahwa ukuran sebuah organisasi secara signifikan memengaruhi strukturnya. Sebagai contoh, organisasi-organisasi besar yang mempekerjakan 2.000 orang atau lebih cenderung memiliki banyak spesialisasi, departementalisasi, tingkatan vertikal, serta aturan dan ketentuan daripada organisasi kecil. Namun, hubungan itu tidak bersifat linier.
C.     Teknologi.
Istilah teknologi mengacu pada cara sebuah organisasi mengubah input menjadi output. Setiap organisasi paling tidak memiliki satu teknologi untuk mengubah sumber daya finansial, SDM, dan sumber daya fisik menjadi produk atau jasa.
D.    Lingkungan.
Lingkungan sebuah organisasi terbentuk dari lembaga-lembaga atau kekuatan-kekuatan di luar organisasi yang berpotensi memengaruhi kinerja organisasi. Kekuatan-kekuatan ini biasanya meliputi pemasok, pelanggan, pesaing, badan peraturan pemerintah, kelompok-kelompok_tekanan_public_dan_lain_sebagainya.


C. Contoh Organisasi Yang Berkembang
            Dalam tulisan ini kami akan memberikan contoh perusahaan berkembang yaitu Perusahaan Perseroan (Persero) PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (TELKOM) merupakan Badan Usaha Milik Negara dan penyedia layanan telekomunikasi dan jaringan terbesar di Indonesia. TELKOM menyediakan layanan InfoComm, telepon kabel tidak bergerak (fixed wireline) dan telepon nirkabel tidak bergerak (fixed wireless), layanan telepon seluler, data dan internet, serta jaringan dan interkoneksi, baik secara langsung maupun melalui anak perusahaan. Untuk menjawab tantangan yang terus berkembang di industri telekomunikasi dalam negeri maupun di tingkat global, kami bertekad melakukan transformasi secara fundamental dan menyeluruh di seluruh lini bisnis yang mencakup transformasi bisnis dan portofolio,transformasi infrastruktur dan sistem, transformasi organisasi dan sumber daya manusia sertatransformasi budaya. Pelaksanaan transformasi ini dilakukan dalam rangka mendukung upaya diversifikasi bisnis TELKOM dari ketergantungan pada portofolio bisnis Legacy yang terkait dengan telekomunikasi, yakni layanan telepon tidak bergerak (Fixed), layanan telepon seluler(Mobile), dan Multimedia (FMM), menjadi portofolio TIME (Telecommunication, Information, Media and Edutainment). Konsistensi TELKOM dalam berinovasi telah berhasil memposisikan Perusahaan sebagai salah satu perusahaan yang berdaya saing tinggi danunggul dalam bisnis   NewWave. Komitmen TELKOM untuk mendukung mobilitas dan konektivitas tanpa batas diyakini akan meningkatkan kepercayaan pelanggan ritel maupun korporasi terhadap kualitas, kecepatan, dan kehandalan layanan serta produk yang kami tawarkan. Hal itu terbukti dengan kontinuitas peningkatan di sisi jumlah pelanggan kami, yakni mencapai 120,5 juta pelanggan per 31 Desember 2010, atau meningkat sebesar 14,6%. Dari jumlah tersebut, sebanyak 8,3 juta pelanggan merupakan pelanggan telepon kabel tidak bergerak, 18,2 juta pelanggantelepon nirkabel tidak bergerak,dan 94,0 juta pelanggan telepon seluler.


BAB III
KESIMPULAN
            Organisasi adalah bentuk formal dari sekelompok manusia dengan tujuan individualnya masing - masing (gaji, kepuasan kerja, dll) yang bekerjasama dalam suatu proses tertentu untuk mencapai tujuan bersama (tujuan organisasi). Untuk Itu diperlukan beberapa tipe organisasi dalam pengembangan perusahaan tersebut.
            Dalam menjalankan Perusahaannya, Organisasi yang berkembang tersebut menggunakan beberapa system untuk memajukan perusahaan mereka. Sistem organisasi berkembang yang dikenal adalah : join venture, holding company, dan go public.
            Sistem organisasi yang berkembang tersebut memiliki kekurangan dan kelebihannya masing – masing yang menjadi tolak ukur setiap perusahaan memilih system pengerjaan perusahaannya sesuai dengan bidangnya masing – masing sehingga kekurangan dan kelebihan tersebut bisa di gunakan untuk memajukan kepentingan perusahaan itu sendiri.


DAFTAR PUSTAKA
10)   http://aprilliarad.blogspot.com/2012/10/organisasi-yang-berkembang.html